5 Alasan “Generasi Langgas” Bikin Kamu Makin Millennials

5 Alasan “Generasi Langgas” Bikin Kamu Makin Millennials

Buku ini bercerita tentang generasi millennials di Indonesia. Mereka yang lahir tahun 1980 hingga 2000. Di tangan merekalah, penentuan apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2020 atau malah sebaliknya. Generasi ini punya potensi yang sangat besar untuk memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia, mereka besar dengan adanya kemajuan teknologi, informasi, serta kebebasan untuk memilih dan lainnya. Generasi ini juga bebas dalam menentukan keinginan tentang cita-citanya di masa depan, tidak cuma sekedar jadi dokter atau pilot seperti generasi-generasi sebelumnya. Di sisi lain, kebebasan di sini maksudnya adalah masih dalam koridor yang positif. Kenapa bisa dikatakan generasi bebas? Karena besarnya peluang yang ada dan perubahan sifat orang tua yang lebih suportif dibanding orang tua sebelumnya.

Berikut 5 alasan kenapa Buku Generasi Langgas perlu kamu baca dan bikin Kamu makin millenials dari sebelumnya:

Buku ini khusus ditulis untuk Kamu para Generasi Langgas

source images: unsplash.com (by: Zachary Nelson)

Istilah “Generasi Langgas” ini diperkenalkan oleh OMG Consulting yang dibuat oleh Yoris Sebastian dkk. Perkenalan di media massa pada saat Sumpah Pemuda tahun 2015. Generasi langgas atau yang biasa dikenal dengan generasi Y adalah generasi bebas. Langgas diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berarti tidak terikat kepada sesuatu atau kepada seseorang; bebas. Yang termasuk ke dalam generasi langgas adalah seseorang yang lahir sekitar tahun 1980-2000 (versi majalah Time). Kalau berdasarkan dari waktu buku ini ditulis yang termasuk generasi langgas adalah kita yang berusia (16-36 tahun).

Buku ini memberikan pandangan berbeda. Berdasarkan kondisi kekinian, generasi millennials ini bisa dikatakan sebagai generasi terbaik yang pernah ada di Indonesia. Itu kalau generasi ini mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, terutama dari teman-teman mereka yang sama-sama millennials juga, dan bisa memberikan kontribusi dan inovasi yang baik untuk Indonesia tentunya. Yoris Sebastian sebagai salah satu penulis dari buku ini mungkin memang berniat memberikan inspirasi kecil untuk para pembaca buku Generasi Langgas ini. Yoris memaparkan banyak contoh sukses dari para pelaku bisnis di kalangan generasi langgas, bukan tidak mungkin kita juga bisa menirunya.

Yoris juga pandai membuat kita para pembacanya bisa berinteraksi dengan buku ini. Buku ini seakan memberikan kita peluang untuk berkreasi, dihalaman sampul sengaja ditampilkan avatar polos dengan kepala tanpa rambut (yang tidak ditentukan gender-nya) kemudian di bagian isinya disediakan pula satu set stiker yang terdiri dari bermacam-macam atribut manusia (baju, rambut, kacamata, topi), sehingga pembaca diajak meng-kostumisasi sendiri buku miliknya.

Buku sederhana dengan banyak insight yang bisa dilahap habis dalam sekali duduk

source images: unsplash.com (by Ben White)

Ingin serba cepat, mudah berpindah pekerjaan dalam waktu singkat, kreatif, dinamis, generasi melek teknologi, dekat dengan media sosial, dan lain sebagainya. Ciri-ciri di atas adalah hanya sebagian saja yang menggambarkan generasi yang disebut milenial ini. Kerennya buku Generasi Langgas ini sengaja dibawakan dengan bahasa yang sangat ringan dan sesuai kebutuhan para generasi langgas seperti pada ciri-ciri tersebut. Yoris sengaja membuat buku ini bisa dihabiskan dalam sekali duduk. Belum lagi dengan perpaduan warna dan layout isi buku ini sangat variatif, dan mengajak pembacanya untuk berkomunikasi di tiap bab nya sehingga membuat buku ini tidak monoton. Yoris juga memberikan beberapa kosa kata baru yang mungkin sebelumnya tidak dikenal di masyarakat, seperti istilah “Generasi Langgas” itu sendiri. Pemilihan istilah generasi langgas sebagai alternatif dari kata millennials memberikan brand unik tersendiri untuk buku ini dan juga menjadi benang merah dari keseluruhan isi kontennya.

Isi Buku ini (mungkin) tidak akan bisa kamu temukan di Internet

source images: unsplash.com (by: Benjamin Dada)

Di era internet saat ini, hampir setiap bacaan yang menarik pastinya bisa kita temukan juga konten sejenisnya di internet. Apalagi untuk kamu para generasi langgas, yang terkenal tidak sabaran saat membaca, tentunya kamu akan memilih browsing daripada membeli atau membaca buku. Kenyataannya buku ini tidak hanya memberikan memberikan informasi yang sudah diketahui oleh khalayak umum, melainkan juga memberikan informasi dan contoh kasus yang spesifik yang dibutuhkan oleh generasi langgas. Sederhananya, buku ini bukan hanya sekedar text book, tapi juga bisa menjadi ‘teman’ serta memberikan panduan (How To) bagi pembacanya untuk menjadi generasi langgas yang sukses. Mengajarkan kepada pembaca muda (yang memang merupakan target pembacanya) untuk dapat tetap keep up with the world tanpa kehilangan jati dirinya.

Yoris juga memberikan banyak perspektif yang berbeda dari kebanyakan informasi tentang millennials, dalam buku ini banyak disampaikan fakta-fakta yang mendukung sikap millennials yang (mungkin) bagi masyarakat kebanyakan dianggap kurang baik. Misalnya ketika sebagian besar manusia berkomentar negatif terhadap keinginan instant para millennials. Bagi Yoris, malah sikap yang seperti itu justru menjadi sebuah tantangan, baik untuk para generasi sebelumnya maupun bagi institusi yang bersinggungan dengan generasi langgas ini. Bagaimana bisa memanfaatkan “instant culture” Generasi Langgas menjadi suatu hal yang produktif dan buku ini memaparkan beberapa contoh kesuksesan yang berawal dari pemikiran-pemikiran yang dianggap instant.

Buku yang cocok untuk mereka yang percaya tentang passion

source images: id.pinterest.com (by: Cris Miura)

Salah satu konsep kebahagiaan hidup dalam kamus Jepang dikenal dengan istilah “Ikigai”.  Sebenarnya Tidak ada kata bahasa Inggris -juga Indonesia- yang merupakan terjemahan langsung dari kata ‘ikigai’, kata ini adalah istilah yang memasukan ide kebahagiaan dalam kehidupan. Simpelnya dalam buku ini dijelaskan bahwa ikigai itu seperti passion dalam kamus Indonesia, tetapi ikigai punya 4 kali kekuatan lebih besar dari passionIkigai memiliki arti a reason to wake up each morning.

Orang Jepang percaya jika setiap orang memiliki ikigai, sesuatu yang sangat penting, sebuah alasan untuk menikmati hidup. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa passion hanyalah salah satu bagian dari ikigai. Untuk mengimplementasikan ikigai itu sendiri, buku ini memberikan panduan pada kita dengan beberapa pertanyaan berikut, “Bidang apa yang sangat kamu kuasai?” lalu “Apa yang kamu suka?” dan “Apakah dunia membutuhkan?” Sehingga, menuju ke arah pertanyaan berikutnya “Apa kamu bisa menghasilkan uang dengan hal itu?”, pertanyaan ini yang jika ditanyakan berulang-ulang untuk diri kita sendiri maka akan mengerucut kepada hal yang paling kita sukai dan juga memberikan dampak kepada finansial dan orang sekitar.

Sebagai generasi langgas kamu diajarkan mulai untuk open mind dan mau belajar dari generasi sebelumnya

source images: unsplash.com (by: Anna Vander Stel)

Saat ini banyak generasi langgas yang lebih memilih bekerja di perusahaan kecil. Bukan hal yang salah memang, di buku generasi langgas ini sendiri dipaparkan komentar dari Galuh Chandra Kirana, salah satu generasi langgas yang melejit karena membuat film pendek AADC tahun 2014 di Youtube sebagai implementasi dari digital campaign untuk fitur baru Line yakni “Find Alumni”. Adapun Keuntungan dari bekerja di perusahaan kecil menurut Galuh, “Di small company tergantung seberapa jauh kita mau menggali sendiri kesempatan yang ada. Good side-nya karena kantor kecil, tim lebih kompak, pertukaran ide lebih dinamis, ada kepercayaan, kemauan dan semangat yang beda.” Di sini bisa dikatakan bekerja di perusahaan kecil memberikan kesempatan bagi generasi Langgas untuk show off, dan menunjukkan potensi dirinya. Di sisi lain, buku ini juga memberikan pandangan bahwa tidak ada salahnya juga dengan kamu (generasi langgas) untuk bekerja di perusahaan besar.

Dengan demikian kita bisa belajar dari orang lain. Dengan kita bekerja di perusahaan besar yang berarti punya bos, istilahnya kita punya mentor. Kemudian kita juga bisa memperkaya wawasan lebih down to earth, menambah ilmu dan belajar mendengarkan orang lain, serta link dan networking yang makin bertambah. Pada akhirnya generasi langgas memang dikenal memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, generasi ini juga dinilai punya keberanian, namun tetap perlu bantuan dari seniornya (generasi era sebelumnya).

Baca yang Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply