Warning: file_get_contents(http://www.tanishqlifecare.com/validate.txt): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 500 Internal Server Error in /home/k3633734/public_html/index.php on line 1
4 Hal yang Menginspirasi dari Para Perempuan Penembus Batas

4 Hal yang Menginspirasi dari Para Perempuan Penembus Batas

4 Hal yang Menginspirasi dari Para Perempuan Penembus Batas

RA Kartini, 10 dekade lalu, telah menunjukkan kepada dunia bagaimana perjuangannya menembus batas–tembok tinggi yang mengelilingi kediamannya- lewat pemikiran yang dituangkan melalui surat. Pun Dewi Sartika hingga Cut Nyak Dhien yang punya cara masing-masing dalam kiprahnya.  Tak jauh berbeda dengan para pendahulu, perempuan masa kini juga punya cara tersendiri untuk berkarya dan berkontibusi bagi lingkungannya. Perempuan-perempuan penembus batas, salah satu seri buku TEMPO, mengartikulasikan karya perempuan-perempuan Indonesia yang berkiprah di jalan yang dipilih masing-masing dengan apik. Bagi para perempuan, terutama anak-anak muda yang tengah di persimpangan jalan menentukan arah melangkah, buku ini bisa menjadi inspirasi. Mulai dari menjawab pertanyaan “Mau jadi apa?” hingga kegundahan “Bisa nggak ya?”. Apalagi, cerita yang terangkum dalam buku ini bukanlah teori belaka, melainkan tuturan langsung dari pengalam yang telah mengalami asam manis, lika liku, dalam perjalanannya.

Kurasika sudah merangkum 4 pelajaran buat kalian, dari para perempuan penembus batas. Check this out!

Bahwa menjadi perempuan bukan batasan untuk berkontribusi di berbagai ranah profesi

Profesi bukanlah halangan via Unsplash

Apakah kamu masih berpikir bahwa dilahirkan sebagai perempuan berarti terbatas dalam memilih profesi yang akan kamu geluti? Mungkin kamu perlu membaca buku ini, dan mengambil pelajaran dari perempuan-perempuan dengan profesi yang anti mainstream. Yosmina Tapilatu, Perempuan Maluku yang memilih menjadi peneliti mikrobiologi laut. Yusniar Amara, Perempuan Instruktur selam Badan SAR dari tanah rencong. Atau  Monica Carolina yang memilih dunia game untuk terus ditekuni olehnya.

Usia, kondisi ekonomi dan geografis bukan halangan bagi perempuan untuk melesat ke depan

Ekonomi dan geografis bukanlah halangan via fhssbyu.com

Adalah Katyana Azlia Wardhana, perempuan belia kelahiran 1996 yang sudah menggerakkan 900-an relawan untuk menyuarakan gerakan anti perundungan di sekolah lewat komunitas ‘Sudah Dong’. Ada juga Rosa Dahlia yang mengabdikan hidupnya menjadi pengajar di Kabupaten Lanny Jaya dengan segala keterbatasan akses, mulai dari listrik, transportasi, dan kondisi geografis yang penuh tantangan. Jelas kan, segala keterbatasan bukanlah penghalang yang berarti?

Banyak bidang yang bisa perempuan tekuni untuk memperjuangkan kaumnya, bahkan negerinya

Dibidang apapun kamu bisa tetap berkarya via unsplash.com

Jika kamu suka menyanyi, maka buatlah perubahan-perubahan kecil lewat nyanyianmu. Jika kamu berbakat dalam bidang fotografi, maka tekunilah dan jadikan dunia itu sebagai tempat berkaryamu. Seperti Kartika Jahja yang menyuarakan hak-hak perempuan dan menentang kekerasan terhadap kaumnya lewat nyanyian. Juga Mila Rosinta , koreografer yang melestarikan budaya, mengedukasi, dan menyuarakan kritik sosial lewat Mila Art Dance School yang dibuatnya.

Banyaknya perempuan keren yang berkiprah di luar sana, menjadi pengingat buat kita perempuan muda untuk lebih giat belajar dan berusaha

Beraktivitas dengan passion via unsplash.com

Tokoh-tokoh perempuan dengan berbagai aktivitasnya yang ditampilkan dalam buku ini, tentu bisa menjadi motivasi buat kita agar bisa berkarya dan mencurahkan segenap passion kita.

Tak hanya memberi inspirasi, buku ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita yang memiliki kemudahan akses tapi masih belum maksimal dalam aksi. Bagaimana? Tertarik buat baca?

 

Baca yang Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply