Mind Blown, 5 Novel Ini Punya Gaya Penulisan yang Antimainstream Lho

Mind Blown, 5 Novel Ini Punya Gaya Penulisan yang Antimainstream Lho

Setiap penulis buku, baik fiksi maupun nonfiksi, pasti memiliki kekhasan masing-masing. Entah itu dari segi penggunaan literatur yang sarat sastra, penokohan yang tidak biasa, penyajian data yang detail dan aktual, penggunaan poin-poin yang jarang dilibatkan penulis lain, atau bisa juga lewat plot yang tidak tertebak.

Nah, di antara sekian banyak karya tulis yang tersebar di penjuru dunia, terdapat sejumlah novel yang tergolong anti-mainstream. Ketidakbiasaan novel-novel itu terletak pada penyajian cerita atau gaya penulisannya. Ingin tahu novel-novel apa sajakah yang masuk kategori gaya penulisan anti-mainstream? Langsung saja kita simak bersama-sama.

1. Kiat Sukses Hancur Lebur, sebuah novel yang mengambil peran buku motivasi.

Mind Blown, 5 Novel Ini Punya Gaya Penulisan yang Antimainstream Lhohttp://www.bisikanbusuk.com

Para penulis biasanya menggunakan embel-embel judul “Kiat Sukses” untuk karya mereka yang berbentuk buku motivasi ataupun tips dan trik. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Martin Suryajaya. Salah satu karyanya yang menarik perhatian khalayak, yaitu novel Kiat Sukses Hancur Lebur, berhasil mematahkan anggapan orang-orang terkait penamaan judul tadi.

Novel yang diterbitkan oleh Penerbit Banana pada tahun 2016 ini disusun sebagai kumpulan tulisan dengan berbagai tema, yang termaktub dalam delapan bab. Judul-judul babnya pun cukup eksentrik, seperti “Etika Hidup di Apartemen”, “Pemrograman Komputer dengan Sepuluh Jari”, serta “Resep Sukses Tes Calon Pegawai Negeri Sipil”.

Martin Suryajaya dalam novel Kiat Sukses Hancur Lebur tampaknya berkeinginan membongkar cara pandang masyarakat terhadap novel. Alih-alih disuguhi dengan unsur-unsur novel yang memukau, kita justru tidak akan menemukan alur cerita, plot, konflik, karakter, dan sebagainya dalam buku ini. Ia mengajak pembaca untuk melupakan bentuk novel dengan segala konvensinya.

2. Novel bertajuk Dictionary of the Khazars yang kaya akan kosa kata.

Mind Blown, 5 Novel Ini Punya Gaya Penulisan yang Antimainstream Lhohttps://www.antiqbook.com

Dictionary of the Khazars merupakan novel leksikon karya Milorad Pavic, profesor sejarah kesusastraan Universitas Beograd dan salah satu penyair kenamaan Yugoslavia. Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Serbia pada tahun 1984. Karena keunikannya yang tergolong novel anti-plot, Dictionary of the Khazars pun diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Versi bahasa Inggris dari novel ini sendiri mulai tersebar luas sejak tahun 1988.

Novel yang juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini menyuguhkan kisah dari tiga sisi sumber, yakni “Buku Merah” untuk sumber Kristen, “Buku Hijau” untuk Islam, dan “Buku Kuning” untuk Yahudi. Kita bisa membaca lebih dulu bagian mana saja dari ketiganya. Selain itu, buku ini juga hadir dalam edisi “Pria” dan Wanita”, yang mempunyai perbedaan pada bagian kritis dalam satu paragraf tunggal.

Milorad Pavic berhasil memadukan sejarah, budaya, dongeng, mimpi, dan imajinasinya dalam buku ini. Tema fokus novel Dictionary of Khazars yang mengangkat perpindahan agama orang-orang Khazar pada abad ke-8 hingga ke-9 ini memiliki peluang untuk mengundang minat pembaca.

Bangsa Khazar sendiri pada kenyataannya memang pernah ada. Mereka adalah sebuah suku yang berdiam di wilayah Kaukasia sejak pertengahan abad keenam. Pavic menyatakan bahwa bangsa Khazar dalam novel ini merupakan sebuah metafora bagi orang-orang kecil yang bertahan di antara kekuatan-kekuatan dan agama-agama besar.

3. Asef Saiful Anwar dan novel Alkudus-nya yang nyentrik.

Mind Blown, 5 Novel Ini Punya Gaya Penulisan yang Antimainstream Lhohttp://basabasi.co

Asef Saiful Anwar bisa dibilang sangat “berani” karena menulis novel Alkudus ini. Bagaimana tidak, novel yang memiliki tebal 268 halaman tersebut mengadaptasi bentuk kitab suci, yang pastinya berpotensi menimbulkan pro-kontra. Novel eksperimental yang diterbitkan oleh Penerbit Basabasi ini terdiri dari 24 Bab berisi frasa, kalimat, atau gabungan kalimat yang dinomori layaknya ayat-ayat kitab suci. Setiap bab meminjam bentuk penamaan surat dalam kitab suci, misalnya saja Bab I (Ladang dan Biji, 9 ayat) dan Bab 16 (Drakem, 234 ayat).

Dibanding sejumlah bentuk novel anti-mainstream lainnya, membuat kitab suci fiktif seperti novel Alkudus bisa menjadi lebih berisiko. Pertama, unsur didaktisme dalam novel Alkudus sangatlah kentara. Didaktisme atau penaburan pesan moral yang ditampakkan secara verbal, yang sejatinya merupakan tanda kepayahan seorang penulis fiksi, bisa saja lebih banyak mengundang cemoohan daripada pujian. Kedua, kejemuan pembaca. Sebagaimana yang kita ketahui, masyarakat akan lebih memilih membaca buku dengan alur yang bisa membuat baper daripada novel semacam kitab khutbah ini.

Terlepas dari semua itu, novel yang pertama kali dicetak pada bulan April 2017 ini benar-benar eksentrik dan layak mendapat tempat di hati pembaca.

4. On Love, novel unik bergaya esai filfasat.

Mind Blown, 5 Novel Ini Punya Gaya Penulisan yang Antimainstream Lhohttps://emotionsonedge.wordpress.com

Yet we can perhaps only ever fall in love without knowing quite who we have fallen in love with. The initial convulsion is necessarily founded on ignorance.

Alain de Botton adalah seorang penulis kelahiran Switzerland pada tahun 1969. Buku-bukunya banyak membahas berbagai tema kontemporer, yang menekankan pada relevansi filosofis dengan kehidupan sehari-hari. Satu di antara karya de Botton yang menakjubkan adalah novel bertajuk On Love.

Novel yang terbit pertama kali pada 1993 silam ini merupakan novel pertama Alain de Botton. On Love sendiri ditulis dalam bentuk yang menarik. Secara teknis, memang buku ini merupakan sebuah novel–ada plot dan karakter. Namun, tidak banyak yang terjadi di dalamnnya. Alain de Botton dalam novel debutnya ini mencoba memilah-milah proses jatuh dan keluar dari cinta, menggunakan momen sebagai lonceng untuk diskusi tentang konsep filosofis.

Selain itu, On Love menghadirkan struktur yang berbeda. Alain de Botton memecah isi novelnya menjadi paragraf bernomor yang masing-masing menangani bagian dari berbagai pertanyaan atau gagasan tertentu. Hal itu dilakukan demi kelancaran dan proses membaca yang terorganisir, yang masih memiliki banyak ruang untuk eksplorasi. Begitu banyak referensi di dalamnya, yang semua berakar pada pendidikan klasik atau renungan.

Secara keseluruhan, On Love adalah pandangan intelektual terhadap konsep universal.

5. Novel The Last Window-Giraffe yang mengadaptasi bentuk ensiklopedia.

Mind Blown, 5 Novel Ini Punya Gaya Penulisan yang Antimainstream Lhohttps://www.tokopedia.com/andipraztshop

The Last Window-Giraffe adalah salah satu buku yang paling tidak biasa dan mungkin membingungkan bagi yang sudah pernah membacanya. Peter Zilahy, sang penulis, menceritakan kegilaan hidup sehari-hari di bawah kediktatoran dalam buku ini. Novel yang diterbitkan oleh Athem Press tahun 2004 ini mengambil konsep sederhana dari ensiklopedia.

Zilahy dengan lihai menggeser tema dan waktu, membenturkan batas-batas prosa dan puisi, fiksi dan nonfiksi, serta sejarah dan otobiografi dalam buku ini. Cerita yang diangkat pun tidak kalah menarik. The Last Window-Giraffe memotret aksi-aksi protes seluruh lapisan masyarakat terhadap kediktatoran di Yugoslavia (1996-1997).

Zilahy bukan sekadar memaparkan secara detail, melainkan juga memainkan setiap kata secara cerdas sehingga memancing decak kagum. Dan, seakan melengkapi peran kata sebagai pelukis fakta, ditampilkan foto-foto cantik hasil bidikannya.

Overall, buku yang juga telah diterjemahkan oleh Penerbit Bentang ini berhasil menyuguhkan situasi chaotic ke hadapan para pembaca dengan sangat apik dan unik.

Baca yang Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply